Ahmadiyah lagi..
Tahun 2009, ketika banyak orang berdebat di MK soal penghapusan UU PNPS, saya di bogor sedang berdiskusi dengan salah seorang tokoh Ahmadiyah Firdaus Mubarik. Saya pertanyakan sesuatu yang paling mengganggu otak saya saat itu, apakah benar Ahmadiyah menganggap Mirza Gulam Ahmad itu Nabi? Apakah benar Ahmadiyah tidak menggunakan Alqur'an sebagai kitab suci seperti yang disangkakan banyak orang, apakah benar Ahmadiyah pergi haji ke Kodian? Dan sederet pertanyaan-pertanyaan lain yang biasa dituduhkan pada mereka.
Bapak yang berjenggot tebal menjawab semua pertanyaan saya dengan "Tidak", Ia membantahnya. lalu apa yang salah dengan Ahmadiyah ini? tanya saya. Dia bilang, "tak ada yang salah, orang yang melihat Ahmadiyah itu saja yang senang berburuk sangka". Katanya lembut.
Sepulang dari bogor, malam-malam saya main ke sekret mereka. Saiful Uyun saat itu mendedahkanku banyak persoalan tentang ideologi para Pengagum Mirza Gulam Ahmad ini. ia menunjukkanku perpustakaan mereka yang penuh dengan buku-buku, full ada kitab Alumm imam syafi'i kitab-kitab lain ada yang karang maliki, hanafi dan juga hambali. Ada juga imam ja'fari, dawud Adzahiri dll. Lalu Ia menunjukkanku tafsir alqur'an yang berjilid-jilid yang rupanya tafsir karangan ulama Ahmadiyah. yang membuatku terkejut, ternyata alqur'an Edisi Tarjamah Departemen Agama mengambil referensi utama dari situ. Hmm
Tak puas dengan itu, malam itu juga, sengaja kusolat magrib dan berjama'ah dengan mereka, satupun cara solat saya dengannya berbeda, dzikir dan tahlilnyapun sama. "NU Banget neh" fikirku. Kok tak ada yang berbeda apa yang keliru sehingga Ahmadiyah persalahkan ???
Hingga suatu hari, adikku meninggal dunia. Aku memberitahu teman-teman Ahmadiyah dan mereka datang solat dan melayat kerumahku. Solat jenazahnyapun persis seperti kita yang katanya menganut syafi'i. Hmm...
Sekarang, ketika Ahmadiyah lagi-lagi diserang, aku ingin tau apa orang-orang itumenyerang rumah dan orang Ahmadiyah? Biadab dan samasekali bukan perbuatan islam. Setau saya, pada jaman nabi saja, orang penyembah matahari (Majusi) dengan nyamannya hidup berdampingan dengan nabi di madinah...Di lombok kok begitu ironis.....Sedih.
