Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mari Memproduksi Keluhan

Mengeluh
Memproduksi keluhan itu sangat penting. Saking pentingnya, jika tak ada keluhan seakan-akan dunia ini enggan beranjak berubah. Keluhan telah melahirkan banyak perubahan di dunia ini. Karena keluhan semua harga naik, korupsi disana-sini meraja lela, bangsa indonesiapun reformasi di tahun 1998. Soeharto lengser. Karena keluhan juga, berbagai kebijakan pasca reformasi ini ditelurkan. Bahkan hampir semua aturan di negeri ini, mulai perda hingga Undang Undang Dasar semua berawal dari keluhan. Maka memproduksi keluhan, sekali lagi sangat amat penting. 

Bagi orang kebanyakan, mengeluh menjadi pantangan. Kata mereka, mengeluh petanda tak mampu. Tapi menurut saya, keluhan itu sendiri adalah satu bentuk dari ke "mampuan" kita mengeluh. Yang jadi masalah adalah ketika orang mengeluh saja tak mampu, apalagi bicara kritis. Jika sudah begini berati parah, sangat parah. 

Kata turunanannya ada yang disebut keluh kesah. Menggeluh dan mendesah...lho. keluhan dengan desahan mungkin maksudnya. Boleh jadi ya, sama-sama penting. Berkesah dan mengeluh harus di produksi terus setiap hari untuk mencapai perubahan yang diinginkan.