Ngambek
Apa itu ngambek? Ngambek itu mungkin sama dengan kesal, jengkel. Tapi dalam pemaknaan yang lebih serius, ngambek itu bisa jadi adalah sikap seseorang ketika kesal karena keinginannya atau usulannya tak disetujui seseorang atau sekelompok orang. Cewek misalnya, ngambek karena pacarnya tak membelikan dia gaun yang sangat dia suka, atau si pacar ternyata lupa ultahnya. Anak kecil ngambek karena ibunya tak mau membelikan dia permen karet kesukaannya dan seterusnya.Ngambek sepertinya gak hanya terjadi pada seorang anak kecil dan cewek. Ngambek bisa juga terjadi pada lelaki dewasa yang sudah berfikir rasional (Mumayyiz hehe). Makanya dalam pemaknaan yang lebih serius lagi, Ngambek adalah sikap ketika terjadi gagalnya negosiasi atau susahnya penyatuan persepsi. Mau contoh? Baru lalu kita dengar berita, menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri ngambek tak mau mengikuti rapat Kabinet Terbatas yang membahas persoalan sosial termasuk soal kenaikan harga BBM. Kenapa Jufri Ngambek, konon karena partainya Partai Keadilan Sejahtera bermasalah dengan koalisi pemerintahan SBY karena menolak kenaikan BBM pada Rapat Paripurna DPR akhir Maret lalu. Jadi, selain ada istilah ngambek cewek, ngambek anak kecil, ada juga istilah Ngambek Politik. Ya seperti sikap Jufri itu hehe…
Apa yang membuat -sekali lagi- ngambek? Egoisme pribadi yang terkadang telampau besar membuat seseorang suka sekali ngambek. Saya termasuk orang yang sering sekali ngambek. Dan ada benarnya, sikap egois ini menjadi salah satu penyebabnya.
Orang Sasak percaya, kalo anak suka ngambekan, atau malu bergaul dengan teman-temannya, berilah dia kemaluan kambing betina, maka sikap ngambeknya pasti hilang. Sayapun konon dulu diwaktu kecil pernah dibegituin. hehe
Lalu apakah sikap ngambek itu negatif? Ya saya kira kebanyakan orang berpendapat begitu. Ngambek itu negatif karena sikap seperti itu seringkali tak menyelesaikan masalah. Kadang karena ngambek, banyak kesempatan hidup kita menjadi hilang, banyak keinginan kita yang seharusnya tercapai jadi gagal. Tapi tunggu dulu, ada kalanya juga sikap ngambek ini perlu diambil. Sikap ini ternyata bisa memberi daya paksa dan efek jera. Ketika sebuah negosiasi logis dan segala upaya suda h ditempuh untuk mencapai kata sepakat tapi gak bisa juga karena egosime masing-masing, sikap ini bisa menjadi alternatif. Karena dengan sikap ini, kita memberikan kesempatan orang tersebut untuk merefleksi dan membenarkan apa yang tidak ia setujui dari kita.
Hmm…ya demikian sedikit tulisan tentang ngambek. Bagaimana menurut anda?.[]
