Negara Kita Bahari Bukan Agraris
Baru lalu, saya mengajar dikelas, dan saya tanyakan ke siswa-siswi saya, apa yang mereka fikirkan tentang pariwisata indonesia? mayoritas menjawab, pantai.Lalu saya tanyakan pada mereka, apa hanya pantai pariwisata Indonesia itu? mereka jawab tidak. Ada yang menambahkan pegunungan, air terjun, kerajinan, patung dan musik.
Ya, saya kira tak hanya siswa yang akan menjawab seperti itu, saya yakin sekali, jika andapun ditanya, atau bahkan bertaya pada mahasiswa jurusan pariwisata, pasti yang terbayang dibenak mereka adalah, pantai, paling banter hotel dan masakannya.
Kenapa bisa begini? Saya bisa menjawabnya, karena Indonesia Negara bahari. Ya Indonesia adalah Negara bahari, bukan Negara agraris. Sebuah Negara yang kekayaan utamanya sebenarnya adalah laut dan pantai.
Lalu kenapa rakyat Indonesia kebanyakan bertani (agraria)? Karena penjajahlah yang memaksa kita menanam rempah-rempah yang kemudian menguntungkan bagi Belanda kala itu. Persisnya, penjajahlah yang memaksa kita bercocok tanam.
Jadi sangat aneh baru lalu Pemerintah Lombok Tengah tiba-tiba menggabung beberapa dinas menjadi satu termasuk dinas kelautan bergabung ke dinas pariwisata. Saya ngeh dan menggerutu sendirian di kamar. Kok bisa begini? Pemerintah kita tak membaca sejarah.[]
