Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ini Akibatnya Kalo Negara Terus Urusi Agama!

Saya sangat sependapat dengan Gusdur, kalo agama diurusi Negara pasti ruwet dan rumit. Salah satu contohnya ya sekarang, gara-gara menteri agama ikut-ikutan menentukan tanggal 1 Ramadhan jadinya ummat islam pada ribut. Dikampung saya ada yang memilih puasa besok ada yang memilih puasa lusa. Saya kira begitu juga ditempat lain.

Saya termasuk manusia yang alergi cara beragama yang terlalu ngurusin ibadah orang lain, saya lebih setuju kalo soal ibadah apapun, serahkan saja masing-masing orang atau masing-mamsing kelompok. Kalo orang Muhammadiyah yakin besok puasa, ya monggo, NU hari sabtu juga silakan, organisasi lain mau hari selasa Please!. Apa yang salah jika kita berbeda-beda waktu dalam menentukan kapan mulai puasa ramdhan? Gak ada samasekali bukan? Justru sebaliknya, gara-gara ada fatwa menteri seperti ini, persoalannya menjadi lain. Lihat saja, wajah orang-orang yang gak setuju, manyun, kecewa, uring-uringan, sakit hati. Lha, bukankah islam itu agama yang anti bikin orang uring-uringan, agama yang melarang kita bikin orang sakit hati??? Malah, persoalan ini jadi mirip dagelan politik, pro-proan, kontra-kontraan, debat-debatan bahkan ada yang golput pula hehe.

Saya kira benar, inilah akibatnya jika bangsa kita tak pernah tegas soal jenis kelamin Negara ini, sekuler atau agama? Benar!, sejak kita merdeka, tak ada satupun manusia di negeri ini yang tegas-tegas bilang negeri ini sekuler atau agama, apalagi sekarang, orang-orang pada takut membicarakannya. Saya kira kalo ingin menyudahi persoalan begini, kedepan, jenis kelamin Negara ini diperjelas biar anak cucu kita tak bingung.

Lagi ke soal awal puasa ramadhan. Pendapat saya, serahkan saja pada keyakinan masing-masing individu ummat islam. Negara, atau siapapun tak selayaknya saling urus. Apalagi soal puasa ini, Allah saja bilang ini ibadah yang sangat personal. “Inna Shaum Li Wa ‘Ana Ajzi Bih - Puasa itu untukku dan aku yang menilainya titik!). Seakan-akan Allah bilang, “ente mau puasa jum’at, sabtu atau selasa aku gak urus, yang penting ente ikhlas itu saja!”. Lho! []

Kamarku, 19 Juli 2012