127 Hours, Tragisme Seorang Pecandu Adrenalin Petualangan
"Selalu Membuat Catatan Kemanapun Ia Akan Pergi!"Kata itu adalah pesan terakhir dari film 127 Hours. Film ini diangkat dari kisah nyata perjuangan bertahan hidup seorang petualang bernama Aron Ralston yang terjepit di sela batu di pegunungan Blue Jhon Canyon Utah USA pada 25 April 2003 selama 127 jam.
Aron adalah seorang pemuda yang ceroboh, tak pernah memberitahu orang tuanya kemanapun ia akan pergi, pemberani, egois, sombong tapi independen dan pantang putus asa. Terlahir di kawasan pegunungan Rocky, Utah, sebuah Negara bagian di Amerika Serikat yang beribukota Salt Lake City. Keberanian aron mendaki dan menuruni tebing membuatnya dalam bahaya.
Film garapan Danny Boyle ini bersentral tokoh tragis Aron Ralston. Dimulai dengan ketika Aron Ralston (James Franco) berencana melakukan Liburan musim panas di kawasan Blue Jhon Canyon, sebuah kawasan Utah yang sudah dijadikan taman nasional.
Kawasan wisata ini dikenal memiliki pemandangan alam spektakular dengan tebing-tebing dan perbukitan yang curam serta danau hijau yang dikenal dengan istilah Danau Kristal Biru.
Aron memulai pertualangannya dengan troper merah yang ia tinggalkan di pintu masuk kawasan ini. Dia memilih menggunakan sepeda gunung untuk mencari jalan pintas ke tujuan. Di tengah perjalanan, Aron bertemu dua gadis yang tersesar Rana dan Megan. Ia memandu dua gadis itu menemukan arahnya yang tepat setelah sebelumnya ia megajak mereka berkeliling menikmati keindahan tebing-tebing Blue Jhon Canyon. Namun setelah itu mereka berpisah karena tujuan mereka berbeda.
Saat itulah, ketika Aron menuruni lereng jurang sembari menikmati pemandangannya sekeliling, tiba-tiba ia terpeleset dan jatuh bersama batu besar yang kemudian menghimpit tangannya.Ia mengisahkan dirinya,
“Sekarang pukul 03.05. Minggu 27 April 2003, sekarang sudah 24 jam aku terjebak di jurang Blue Jhon tepat sebelum persimpangan Big Dropper. Namaku Aron Ralston orang tuaku adalah donna dan Larry Ralston. Angglewood Colorado. Siapapun yang menemukan rekaman ini aku hanya ingin katakana sampaikan kepada kedua orang tuaku. Aku menuruni blue jhon kemarin ketika batu ini terjatih dan menjepit tanganku, sekaang aku terjebak. Sekarang aku sudah berwarna biru abu-abu berarti sekarang sudah 24 jam aku terjepit disini. Aku piker tanganku sudah mati rasa. Makananku sedikit. Ini aku punya air yang tersisa sekitar 340 Ml saja. Aku sedang benar-benar dalam masalah.”
Aron Ralston mencoba dengan segala cara melepaskan tangan kananya dari himpitan batu besar itu namun tetap saja tidak bisa. Ia mulai berfikir realistis dan tak mau putus asa. Ia mengeluarkan semua benda yang ada di ranselnya dan mencoba mencari akal keluar dari masalh. Sebotol air minum, beberapa makanan kecil, pisau lipat buatan cina serta camera digital dan camcoder ia dapati dan menjadi teman setianya hingga lima hari terjepitMenyadari keadaannya dan persedian makanan dan air yang sedikit itu, Aron sangat berhati-hati makan minum agar bisa tetap bertahan hidup. Kemudian ia mulai berfikir dan mencoba mengikis batu dengan pisau lipat yang ia miliki. Sedikit demi sedikit, setiap waktu, setiap hari dan berupaya sekuat tenaga melepaskan tanggannya tapi tetap tak bisa. Ia merekam keadaan sulit yang menimpanya dengan camecoder yang ia punya. Ia berfikir, jika ia tak selamat, mungkin ada orang yang bisa melihat rekamannya itu dan menyampaikan pada ibunya.
Seperti filmnya di Slumdog Millionare, Danny Boyle kali ini berhasil menciptaka karakter yang luarbiasa lelalui Aktor Hebat James Franco. Dengan kondisi yang sulit, hanya satu actor, Boyle berhasil mengubah-ubah setting secara reflektif. Suasana batin Aron yang berbeda-beda saat terjepit dan memunculkan fantasi-fantasi untuk sekadar menghibur dirinya yang sedang pasrah. Hal ini meninggalkan kesan film ini membosankan bahkan sebaliknya tak memberikan penonton meninggalkan ketegangan walau sekejapun.
Tim penggarapan film 127 Hours ini sebetulnya masih tim Boyle pada saat menggarap Slumdog Millionare. Kita bisa lihat disitu ada penulis skenario Simon Beaufoy, produser Christian Colson, komposer AR Rahman dan sinematografer Anthony Dod Mantle.Akhir dari kisah film ini, pada hari kelima, disaat tubuhnya sudah sangat lemah, persedianan air dan makanannya sudah habis, Aron Ralston memutuskan untuk memotong tangannya menggunakan pisau lipat buatan cina itu. Ia iris lengannya hingga terpotong dan keluar dari daerah Blue Jhon Canyon dengan selamat. []
KAMARKU, 18 Juli 2012
