Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penggal Kebaikan dan Hadiah Dari Tuhan

Hari ini aku punya pengalaman spiritual yang luar biasa dan insyaallah tak akan pernah dilupakan selamanya. Saya beri judul Penggal Kebaikan dan Hadiah Dari Tuhan
Ceritanya, pagi tadi sehabis subuh, dalam kegalauan yang sangat, aku ambil air wudhu dan berusaha tenang lalu menulis satu posting di blog 4 Solusi Menghadapi Masalah.
Tulisan itu sedikit berbau how to, bagaimana menyikapi masalah pelik dalam hidup kita. Saya ceritakan dalam tulisan itu, bahwa dalam beberapa pekan terakhir, saya menghadapi masalah yang cukup pelik, bahkan saking beratnya masalah ini, saya nyaris saja kabur dan menghindar dari masalah dan melepas tanggungjawab. Saya kira tak perlu saya ulas lagi tulisan curahan hati itu, dan dapat anda baca langsung di tulisan saya 4 Solusi Menghadapi Masalah.
Dalam waktu sekitar 3 jam, tulisan itu ternyata sudah dibaca oleh sepuluh orang. Saya merasa senang karena ternyata ada beberapa orang yang suka. Saya gembira karena tulisan itu ternyata mampu memberikan solusi bagi mereka yang mengalami masalah serupa. Saya benar-benar bahagia untuk ini. Ini adalah penggal kebaikan pertama yang saya lakukan hari ini.
Penggal kebaikan yang kedua, saya menunaikan janji saya membagikan anak-anak tabungannya. Saya pernah berjanji pada mereka, hari ini tabungan mereka yang berjumlah tak kurang dari 17 juta akan saya bagikan. Saya tau, masalah pasti akan muncul karena duit yang berhasil saya kumpulkan hanya 10 juta yang artinya masih kurang 7 juta. Resikonya diantara mereka pasti ada yang gak dapat dan kecewa. Tapi saya sudah berjanji, dan janji harus di tunaikan. Walau hanya 10 Juta harus dibagikan. Tapi saya tak ingin menghadapi masalah yang lebih besar jika menunda janji saya. Harus ditunaikan, harus…
Maka tadi pagi, benar saja, banyak ibu-ibu yang menggerutu karena anaknya tak kebagian tabungan. Sayapun dibicarakan, digibah dan di cemo’oh sana-sini, tapi saya cuek dan berjanji akan melunasi tanggal 3 bulan juli nanti. Kebaikan yang saya lakukan disini hanya satu, menunaikan janji….
Penggal kebaikan yang ketiga, saya mencium tangan orang tua saya tadi pas berangkat ke Mataram. Cium tangan adalah restu tuhan yang tak tertandingi, makasi bapak, makasi ibu..
Terakhir penggal kebaikan yang keempat. Saya menunaikan janji saya dengan Fairuz Zabadi Kasi Kominfo NTB untuk hadir di Acaranya. Dengan sekuat tenaga saya mencoba menghadirinya tepat waktu, tapi karena masalah lain di Rumah dan sedkit musibah di perjalanan, saya akhirnya menghadiri acara itu terlambat. Keadaannya samasekali gak didramatisir, benar-benar terlambat, setiba di lokasi orang-orang sedang makan siang dan bersiap untuk pulang. Tapi inilah kebaikanya, walau telat, saya tetap menepati janji saya untuk hadir di acara itu…
Lalu, tanpa disangka-sangka, hadiah dari tuhan atas kebaikan-kebaikan yang saya lakukan hari ini terlaksana. Apa itu? Kegundahan dirumah tadi pagi, berbalas senyum manis bang epol dan Pak Fairuz yang menawari saya makan, dikasi jajan sama panitia, bahkan luarbiasanya dikasi uang saku pula, sama persis jumlahnya dengan uang saku teman-teman yang hadir sejak jam 7 pagi tadi. Untuk hal ini, saya meminta maaf kepada teman-teman tadi….(jangan ngiri ya…saya punya tugas sendiri yang harus saya jawab via email hehe).
Sekarang, terasa berkurang beban yang saya hadapi, minimal dapat sedikit lega dan nikmati kopi pahit di sebuah kedai hostpot sebelum pulang kerumah. Perasaan tenang seperti ini tentu akan membuat kepala lebih santai mencari solusi atas masalah yang sedang saya hadapi.
Pita otak kiri saya mengingat-ingat kata-kata Prof. Dr. Mohammad Sahrur dalam buku Islam Wal Iman, kalo gak salah, kata dia, keliru besar orang yang menganggap rukun islam hanya lima, melainkan jika anda tau, rukun islam itu banyak sekali bahkan hampir keseluruhan isi alqur'an, Beberapa diantaranya menunaikan janji dan berbuat kebaikan.
Akhirnya, saya tertarik mengulang lagi kata kunci yang sangat luar biasa yang juga saya tulis dalam 4 solusi menghadapi masalah, La Yukallifullahu Nafsan Illa Wus’aha. Sebuah janji tuhan yang tak akan menimpakan masalah kepada kita kecuali kita sendiri mampu memanggulnya. Sebuah akad janji tuhan yang tak mungkin diingkarinya seperti manusia yang suka sekali berjanji dan senang sekali mengingkarinya.
Ini saja barangkali yang bisa saya bagikan ke teman-teman. Perhatikan beberapa hal, saya lakukan sedikit, sebuah posting bermanfaat, mencium tangan kedua orang tua sebelum berangkat, dan berani menepati janji walau terasa pahit, telah membuahkan satu kebaikan tuhan yang sangat luar biasa seperti yang saya ceritakan diatas tadi. Semoga anda mengalami peristiwa spritual ini setiap saat dan semoga curahan hati ini bermanfaat.[]