Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Puisi Pengawal Revolusi

Puisi "Syair" mempunyai kedudukan yang sangat spesial di hati bangsa arab baik arab masa kuno, masa islam, pada masa khalifah dan masa daulah islamiah bahkan masa sekarang. Boleh dikatakan puisilah yang menjadi warisan paling agung yang kemudian menjadi identitas sastra arab. Puisi dijadikan alat paling banyak untuk menulis sejarah, ilmu dan berbagai macam prasasti.

Tahun 2011 ini ketika revolusi di Tunisia Bergolak, sebuah puisi berjudul “Ala thoghut al alam” ( Kepada Tirani Dunia ) Karya penyair tunisia Abu Al-Qasim Al-Shabbi (1909-1934)-pun di kumandangkan di jalan-jalan. Sebuah puisi patriotik yang bertenaga dahyat menggulingkan Zine El Abidine Ben Ali.

Seorang blogger bernama Ragile di kompasiana.com menterjemahkan puisi tersebut puisi berjudul “Ala thoghut al alam” ( Kepada Tirani Dunia ): “KEPADA TIRANI DUNIA” Hey kamu, tirani culas Kamu pecinta kegelapanKamu musuh kehidupan Luka orang tak bersalah kamu tertawakan Darah mereka kamu genggam Lalu kamu berjalan pamerkan pesona Tumbuhkan bibit derita di tanah mereka Tunggu, jangan biarkan musim semi, langit cerah dan fajar pagi mengelabuimu Karena kegelapan, gelegar guntur, dan hembusan angin menghampirimu dari cakrawala Waspadalah ada bara api di balik debu Siapa tumbuhkan duri akan menuai luka Kamu telah mencopot kepala orang dan bunga-bunga harapan Dan menuangkan luka di pasir dengan darah dan air mata hinga kepayang Sungai darah akan menyapu kamu dan kamu akan dipanggang api bergelombang. (Abu Al-qasim Al-Shabbi)>