Berita-berita lucu hari ini
Selama hidupku, mungkin baru kali ini aku membaca koran sambil terpingkal-pingkal. Gara-garanya tentu saja banyak berita menggelikan dikoran hari ini. Baiklah, saya akan mendaftar sejumlah berita terlucu hari ini.Sebuah berita berjudul “Nama RSM diganti, Dewan Berang” yang menjadi headline kolom Metro Lombok Post hari ini tentu saja mendapat urutan pertama. Koran itu menceritakan, kemaren Wakil ketua komisi II DPRD kota Mataram H. Wildan kebakaran kumis dan jenggot gara-gara aksi pemerintah kota mataram yang “seenak perutnya” mengganti nama RSM Mataram menjadi RSM H. Moh. Ruslan Kota Mataram. Berita ini kian lucu karena wartawannya yang juga teman saya mengambil gambar RSM Kota Mataram dengan apik dengan zoom yang menarik sehingga mata pembaca terasa dimanjakan. [Tengkiyu Pak Onk]. Aksi pemerintah
Berita terlucu kedua tentu saja kolom pavorit Bejorak yang di asuh Fairus Abu Macel. Cerita bejorak hari ini soal kentut alias buang angin yang ternyata punya ilmu sendiri mirip ilmu sosial dan sains. Salah satunya yang sangat lucu, orang-orang Bersih kalo buang angin ternyata harus melepas celananya dulu baru buang angin. Kalo orang BODOH buang angin, maka ia tak bisa membedakan mana buang angin sendiri dan mana buang angin orang lain. Satu lagi, kalo orang POLITIK buang angin mengerti dimana dan kapan harus buang angin dan tidak. Masih ada sekitar 15 karakter orang buang angin menurut Abu Macel. Benar-benar menggelikan. [thanks pak fairus].
Berita terlucu ketiga datang dari Sakra Lombok Timur. Ceritanya adalah tentang petani tembakau yang prustasi atas kebijakan pemerintah memberlakukan kebijakan konversi pengovenan tembakau dari minyak tanah ke batubara. Para petani tembakau yang memiliki oven dikabarkan “nekat” mencampur pengovenan tembakaunya dengan bahan dasar solar. Ini tentu baru kali pertama terjadi. Padahal belum diketahui, apakah hasil produksi tembakau dengan solar bagus atau jelek. Yang jelas, sikap prustasi mereka ini akan membuat para sopir yang menjalankan mobilnya dengan bahan solar akan menjerit.
Masih soal tembakau [tapi kalo yang ini tak di korankan]. Di Sukaraja lombok Timur, beberapa petani menjadi “gila” dan mencampur pengovenan tembakaunya dengan air. Lagi-lagi gara-gara kebijakan pemerintah soal konversi. Hmm...entahlah, lama-lama kebijakan pemerintah ini akan membuat banyak petani masuk rumah sakit jiwa! Hehe.
