Internet Bukan Hanya Fesbuk
Internet, mungkin menjadi keyword paling populer saat ini. Internet, sebuah dunia tanpa batas itu kini sudah bisa dinikmati dengan mudah bahkan gratis oleh siapa saja.Saya teringat tiga tahun lalu ketika saya suka sekali berlama-lama di warung internet dan menghabiskan uang hingga ratusan ribu rupiah perminggu, kini itu tak saya lakukan lagi. Saya cukup punya uang lima ribu rupiah, saya nongkrong di cafe atau lesehan yang memiliki hostpot, maka saya sudah bisa mengakses internet berlama-lama bahkan sampai seharian.
Dulu, saya sempat berfikir, kapan sih internet bisa diakses dengan gratis?. Jawabannya sekarang. Tidak hanya cafe dan lesehan, di berbagai tempat seperti instansi pemerintah dan lembaga pendidikan, kita bisa mengakses internet dengan gratisan. Baru-baru ini sebuah komunitas mahasiswa juga memberi fasilitas internetan gratis di Asrama Lombok Timur, sebuah progresifitas yang tak terbayangkan. Kita bersyukur dengan keadaan ini.
Selanjutnya, setelah kita bisa bebas berinternet, pertanyaanya, apa yang akan kita lakukan dengan makhluk canggih ini?. Sebuah penelitian seorang dosen di Ohio University baru-baru ini menjawabnya. Kata dia, pengguna internet terutama dikalangan kaum muda mahasiswa di Amerika mayoritas hanya mencari teman di Facebook. Saya cukup heran mendengarnya. Kok mahasiswa Amrik yang kata orang ‘otaknya’ sudah lebih canggih dari bangsa-bangsa lainnya itu masih sibuk ber-fesbuk?
Tapi sebetulnya tak hanya di Amrik, gejala ini telah menjangkiti semua negara termasuk negara-negara Asia seperti Indonesia. Di Indonesia belum ada yang melakukan penelitian soal ini. Hayo siapa yang akan memulai?
Tapi yang jelas, yakin saya kondisinya akan lebih parah. Minimal kesimpulan ini saya lihat dari dekat saja. Dari teman-teman saya, dari warga sekitar. Mau dengar kabar paling buruk yang pernah saya alami? seorang teman kuliah saya kerjaannya ke internet hanya nge-add teman dan menyetujui konfirmasi. Tak ada yang lebih. Searching di google aja ogah.
Tapi tunggu! Ini ada beberapa informasi yang mungkin bisa menjadi inspirasi. Anang Tri Nugroho, -. Lulusan tercepat Fakultas Geografi, UGM- seorang blogger dan pengembang blog di Bantul Yogyakarta - ternyata mampu menghasilkan uang hingga 9 juta perbulan dari rumahnya. Lelaki yang punya nama maya Anang Y.B itu mengawali kariernya sebagai staf konsultan pemetaan selama lima tahun dan setelah itu memutuskan menjadi tenaga ahli geografi secara self employed. Sekarang ini Anang hanya melayani client-nya dari sebuah kamar di rumahnya. Ia bekerja sebagai konsultan online.
Selain sebagai konsultan online, Anang YB juga aktif menggeluti hobinya menulis blog. Kumpulan tulisannya kini telah terkumpul lebih dari 500-an judul dan sedang ia persiapkan menjadi buku.
Ada lagi Sutopo Sasmito Edy yang terkenal dengan nama pena Edy Zaqeus, Lulusan terbaik Ilmu Pemerintahan, Fisipol, UGM ini mengawali karier sebagai office boy sekaligus asisten peneliti di sebuah lembaga riset di Yogyakarta. Edy bekerja di dunia internet ketika ia mulai menjadi editor situs motivasi Pembelajar.com.
Sekarang, ia dikenal sebagai penulis paling produktif di Indonesia. Dari internet ia banyak mendapatkan inspirasi. Buku-bukunya telah banyak diterbitkan salah satunya buku terkenal yang telah best seller Resep Cespleng Menulis Buku Best Seller.
Dua orang itu mungkin anda rasa belum cukup. Coba simak yang ini. Seorang blogger lain bernama Joko Susilo sekarang ini telah mendapatkan ratusan juta rupiah perbulan. Ia total menggeluti internet marketing setelah ia merasa title sarjana tekhnik yang di gondolnya tak banyak bermanfaat. Pekerjaan Joko, hanya membuat e-book tentang bisnis online dan menemukan bagaimana caranya menghasilkan uang dari internet. Buku-bukunnya ia jual di internet. Setiap orang yang membeli bukunya dapat sekaligus menjadi marketing yang memasarkan produknya secara online maupun offline.
Masih ada lagi, teman Joko Agus Dwi Hariyanto, pengembang software bisnis online gempar.com berhasil meraup uang milyaran rupiah dari internet karena karyanya berhasil dijual. Triknya sangat jitu, ia bekerjasama dengan Joko untuk menjual produk-produknya. Joko sang pengembang Ide dan agus sebagai eksekutornya.
Ada puluhan bahkan ratusan orang Indonesia telah berhasil memanfaatkan internet sebagai tempat mencari uang dan pekerjaan. Anda bisa mencari profil mereka di search engine dan temuka ide-ide kreatif mereka. Sudah saatnya, ber-fesbuk ria dikurangi dan mulai melihat potensi internet ini untuk mengembangkan diri. []
* Koordinator Lombok Blogger Community (KLB), pengelola www.lomboksoft.com
