Andai Agama Sebebas Facebook
Karakteristik agama yang paling kental adalah tiadanya kebebasan bagi pemeluknya. Halal-haram, boleh tidak boleh menjadi petuah wajib semua agama. Terkerangkenglah kebebasan manusia karenanya. Padahal, manusia punya fitrah untuk bebas. Bebas berfikir, bebas memilih dan bebas melakukan sesuatu. Lha karena agama bertentangan dengan fitrah kemanusiaan manusia itu, maka agama kerap menimbulkan alergi. Pak Mark bilang, agama itu candu, agama menjadi musuh manusia. Lebih baik tak beragama daripada kebebasan terenggut.Beberapa menit lalu, di email saya facebook memberitahu saya bahwa seorang telah pindah mengganti agamanya. Karena ini facebook tentu saja maksudnya teman saya itu mengganti status agamanya di situ. Agama difacebook juga bebas, mau bikin agama dengan nama apa saja terserah pemeluk facebook itu sendiri. Seorang teman saya ada yang beragama Alfisbuqiyah, Nurani, Cinta, Kahlil Gibran, kemanusiaan dan seterusnya. Bahkan ada teman saya lucu, gamanya ditulisnya "Anjing Hu Akbar". (Hu disitu dhamir yang kembali ke allah) begitu ia jelaskan.
Lalu, saya berfikir, coba agama itu seperti Facebook yang memberi kebebasan pada semua ummatnya, memberi standar-standar nilai yang tak rumit dan tak memberi aturan ketat bagi pemeluknya. Pindah agama boleh, mau bikin agama baru juga tak dilarang. Mau bilang apa saja tak ada yang larang. Semuanya bebas. maka niscaya agama tak akan banyak ditinggalkan orang. Dus..aku mendukung Facebook menjadi agama baru di dunia. []
