My Brother Letter be 4 Leave me
Surat Untuk Kedua Orang TuakuBy. Suaidi
Banyak sekali pengorbanan yang telah engkau berika kepadaku karena saying dan cintanya kalian kepadaku. Tapi maafkan anakmu yang malang ini, tidak mampu membalas jerih payah yang telah engkau perjuangkan untukku. Engkau menggendongku disaat aku masih kecil, engkau rela bangun ditengah malam karena engkau mendengar tangisanku, engkau menggendongku kemana saja engkau pergi, aku yakin engkau capek dan lelah, senadainya yang engkau gendong anaknya orang pasti engkau akan membiarkannya menanggis tapi engkau menggendong anakmu sendiri yaitu aku. Capek dan lelah itu hilang seketika dikalau aku senyum padamu karena engkau saying banget ama aku.
Tapi semua itu tidak mampu aku balas. Maafkan aku yang tidak bias membals segala jasa mu. Bukannya aku tidak mau, tapi kondisi inilah yang mengharuskan saya utnuk berpisah dengannmu untuk selamanya. Sehingga aku tidak mampu memberikan segalanya yang telah engkau perjuangkan untukku.
Seandainya aku mampu bertahan hidup, pasti aku akan memberimu segalanya yang bisa aku lakukan. Aku akan melarangmu bekerja karena aku telah sukses, aku akan menghiasi kamar-kamarmu dengan mas dan berlilan. Tapi hayalan itu tidak mampu aku lakukan karena aku harus menyudahi sandiwaraku di dunia ini. Kita tidak tahu memang siapa yang akan duluan tapi ternyata dengan keterpaksaan saya harus meninggalkan kalian dalam keadaan sedih dan menahan sakit karena dicabut nyawa oleh malaikat.
Tapi engkau jangan pesimis melihatku begini karena ini sudah suatan takdir. Kita hidup bagaikan sandirwara dimana tuhanlah sebagai sutradaranya. Yang namanya sutra dara ya apa saja yang dia mau pasti dituruti oleh modelnya karena dialah yang mengarang alur cerita tersebut. Begitupun juga allah swt. Tabahkanlah hatimu walaupun aku meninggalkan kalian untuk selamanya. Dan semoga kita berjumpa di akhirat sana kumpul bersama. Dan kalian harus ingat bahwa setiap manusia akan mati.
Karena kita semua milik allah yang harus kembali kepadanya. Begitupun dengan dirku adalah titipan dari allah dan harus diambil saat ini. Engkau hanya sebagai perantara untuk memelihara diriku. Dan perlu kita ingat kita semua hanya keluarga di dunia sedangkan dunia hanya sementara adanya. Namun diakhirat sana kita akan sendiri-sendiri dan mempertanggungkan segala amal ibdah kita selama di dunia. Walaupun kalian semua masuk surga sedangkan aku sendirian yang masuk neraka engkau tidak akan mampu untuk mengangkatku dari neraka, karena kita sudah sendiri-sendiri. Dan menemtukan nasib sendiri-sendiri di akhirat, jadi tidak ada istilah keluarga. Dan kia semua tidak bisa saling memberi syafaat hanya rasulullah yang akan memberi syafaat kepada hambanya yang dia kehendaki.
Maafkan diriku wahai bapak dan ibu adik dan kakakku tercinta. Saya harus meninggalkan kalian untuk selama-lamanya dan tidak akan berjumpa lagi. Tapi kalau kalian cinta ama aku, jangan engkau tangisi atas kepergian ku tapi doakan aku disetiap nafasmu agar aku tidak disiksa di akhirat sana. Aku akan semakin bersedih jikalau engkau menangisi kepergianku tapi aku akan tersenyum kalau engkau mendoakan diriku agar selamat di akhirat sana.
Maafkan segala kesalahan yang telah aku lakukan kepadamu baik aku sengaja ataupun tidak aku sengaja. Tapi aku lakukan semua itu karena sayangku ama engkau dan tidak pernah terlintas dalam benakku untuk membenci dirimu.
Aku sangat membutuhkan doamu karena dengan doamu itu akan memperingan siksaanku di akhirat sana. Jangan lupa setiap selesai sholat fardu engkau doakan diriku agar mampu menjawab soal-soal dari malikat di kubur sana dan diringankan siksaanku.
Banyak sekali kakta-kata yang harus aku tumpahkan di depan kompuper ini., tapi itu semua tidak bisa aku ungkap dengan kata-kata. Karena engkau semua care banget ama aku.
Dan jangan lupa untuk bilang ama masyarakat, keluarga, teman-teman tiang, kerabat tiang dan semua orang yang pernah ada hubungan dengan tiang untuk dimaafkan atas segala kealahan yang telah ananda lakukan baik itu tiang sengaja ataupun tidak disengaja. Tapi seingatknya tiang, tidak pernah melakukan kesalahan yang disengaja, smua kesalahan itu atas kehilafan diriku yang lemah ini.
Mungkin itu saja dari ananda semoga kalian semua tenang dengan keprgian dirku yang malang ini.
Kutulis di piondok pesanatren kuyang te4rfacinta salafiyah syafi’iah sukorejo situbondo
Situbondo,10 Desember 2008
5:02:44
