Konspirasi Militer dan Kekuasaan dalam kasus Ahmadiyah
Dugaan beberapa pihak soal adanya konspirasi militer dan penguasa dibalik kasus-kasus kekerasan terhadap Ahmadiyah untuk membungkam beberapa isu penting ditanah air memang bisa difahami. Pasalnya, kejanggalan-kejanggalan dalam setiap peristiwa kekerasan sangat kentara dan susah disembunyikan. Saya ingin mencontohkan kasus yang paling dekat dengan lokasi tinggal saya, kekerasan Ahmadiyah di Lombok NTB.
Kejanggalan pertama, seperti kasus yang terjadi di Bogor dan beberapa tempat lain, penyerangan biasanya dilakukan orang-orang yang bukan orang lokal. Kasus Ketapang misalnya tak dilakukan oleh orang Ketapang sendiri melainkan orang-orang itu datang dari luar Ketapang bahkan ada yang dari Lombok Timur. Sepertinya ada orang-orang yang sengaja mengorganisir mereka.
Kejanggalan kedua, aparat tampak lemah-lesu dan loyo menghadapi massa yang beringas. Ada kesan aparat melakukan politik pembiaran. Padahal, seperti yang terjadi di bogor, Aparat sebetulnya sudah mengetahui akan adanya penyerangan.
Kejanggalan Ketiga, kasus kekerasan terhadap Ahmadiyah selalu terjadi ketika Ada isu lokal ata nasional yang lumayan seksi untuk di bicarakan, terutama soal korupsi dan mafia hukum. Ini kemungkinan besar alasan, kasus-kasus Ahmadiyah dijadikan komoditas politik kelompok tertentu sebagai pengalihan Isu.
Kejanggalan keempat, khusus untuk kasus di Bogor. Sebuah Video yang mempertontonkan kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah ternyata tak bisa di akses lagi di Youtube.com. Siapa yang merekam dengan kualtas video bagus seperti itu? Jangan-jangan militer punya kerjaan. Hmm..[]
Kejanggalan pertama, seperti kasus yang terjadi di Bogor dan beberapa tempat lain, penyerangan biasanya dilakukan orang-orang yang bukan orang lokal. Kasus Ketapang misalnya tak dilakukan oleh orang Ketapang sendiri melainkan orang-orang itu datang dari luar Ketapang bahkan ada yang dari Lombok Timur. Sepertinya ada orang-orang yang sengaja mengorganisir mereka.
Kejanggalan kedua, aparat tampak lemah-lesu dan loyo menghadapi massa yang beringas. Ada kesan aparat melakukan politik pembiaran. Padahal, seperti yang terjadi di bogor, Aparat sebetulnya sudah mengetahui akan adanya penyerangan.
Kejanggalan Ketiga, kasus kekerasan terhadap Ahmadiyah selalu terjadi ketika Ada isu lokal ata nasional yang lumayan seksi untuk di bicarakan, terutama soal korupsi dan mafia hukum. Ini kemungkinan besar alasan, kasus-kasus Ahmadiyah dijadikan komoditas politik kelompok tertentu sebagai pengalihan Isu.
Kejanggalan keempat, khusus untuk kasus di Bogor. Sebuah Video yang mempertontonkan kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah ternyata tak bisa di akses lagi di Youtube.com. Siapa yang merekam dengan kualtas video bagus seperti itu? Jangan-jangan militer punya kerjaan. Hmm..[]

